Terjemah kitab : Safinatus Sholat
Penulis : Sayyid Abdulloh bin Umar Al-Hadhromi
Oleh : Siroj Munir
.............................................................................
الثاني : طهارة بالوضوء والغسل
وأما الوضوء ففروضه ستة
الأول: نية الطهارة للصلاة أو رفع الحدث أو
نحوهما بالقلب مع أول غسل الوجه
الثاني: غسل الوجه من مبدأ تسطيح الجبهة إلى
منتهى الذقن ومن الأذن إلى الأذن إلا باطن لحية الرجل وعارضيه الكثيفين
الثالث: غسل اليد مع المرفقين
الرابع: مسح أقل شئ من بشرة الرأس أو من شعره
إذا لم يخرج الممسوح منه بالمد عن حد الرأس
الخامس: غسل الرجلين مع الكعبين
السادس: ترتيبه كما ذكرناه
ويجب في الوجه واليدين والرجلين غسل جزء فوق
حدودها من جميع جوانبها وأن يجري الماء بطبعه على جميع أجزائها
ويبطل الوضوء
كل ما خرج من القبل
والدبر عينا وريحا
ولمسهما ببطون الراحة أو بطون الأصابع من نفسه
أو غيرة ولولولده الصغير
وتلاقي بشرتي ذكر وأنثى بلغا حد شهوة ليس
بينهما محرمية بنسب أو رضاع أو مصاهرة بلا حائل
وزوال العقل إلا من نام قاعدا ممكنا حلقة دبره
وما حوله
وأما الغسل فيجب على الرجل والمرأة
إذا خرج لأحدهما منيُ في يقظة أو نوم ولو قطرة
وإذا أولجت الحشفة في دبر أو قبل وإن لم يخرج
منيُ ولا وقع انتشار
ويجب على المرأة إذا انقطع حيضها أو نفاسها
أو ولدت ولو علقة
وفروض الغسل اثنان
الأول: نية الطهارة أو رفع الحدث الأكبر أو
نحوهما بالقلب مع أول جزء يغسله من بدنه فما غسله قبلها لا يصح فيجب إعادة غسله
بعدها
الثاني: تعميم بدنه فما غسله قبلها لا يصح فيجب
غسل باطن كثيف الشعر ويجب غسل ما يراه الناظر من الأذن وما يظهر حال التغوط من
الدبر وطبقاته وما يظهر من فرج المرأة إذا جلست على قدميها وباطن قلفة من لم يختن
وما تحتها فيجب أن يجري الماء بطبعه على كل ذلك
Kedua: bersuci (dari hadats)
dengan wudhu dan mandi
Adapun wudhu, maka fardhu –
fardhunya ada enam :
1. Niat bersuci untuk sholat atau
niat menghilangkan hadats atau yang serupa dengan kedua niat tersebut, niatnya
dilakukan dalam hati bersamaan dengan membasuh bagian pertama dari wajah.
2. Membasuh muka dari bagian
permulaan bentangan kening (tempat tumbuhnya rambut) sampai ujung dagu dan dari
kuping ke kuping, kecuali bagian dalam jenggot seorang lelaki yang lebat dan
bulu yang tumbuh pada kedua pipinya yang lebat.
3. Membasuh tangan beserta kedua
siku.
4. Mengusap sedikit bagian dari
kulit kepala atau rambut dikepala dengan syarat rambut yang diusap tersebut
tidak keluar dari batas kepala.
5. Membasuh kedua kaki beserta
kedua mata kaki.
6. Semua hal diatas dilakukan
secara berurutan sesuai penjelasan yang telah dituturkan.
Dan ketika membasuh muka, kedua
tangan dan kedua kaki diwajibkan membasuh pula bagian diluar batas – batasnya
dari semua sisinya dan mengalirkan air dengan sendirinya keseluruh bagian –
bagiannya.
Sedangkan wudhu dihukumi batal
sebab :
1. Segala sesuatu yang keluar
dari qubul (alat kelamin) dan dubur, yang berupa suatu benda dan angin.
2. Menyentuh qubul atau dengan
bagian dalam telapak tangan atau bagian dalam jari – jari tangan, baik yang
disentuh adalah qubul atau duburnya sendiri atau milik orang lain, dan bahkan
milik anaknya yang masih kecil sekalipun.
3. Persentuhan kulit laki – laki
dan perempuan yang sudah sampai pada batasan dapat menimbulkan syahwat yang
tidak memiliki hubungan mahrom karena nasab, satu persusuan atau besanan,
dengan tanpa adanya penghalang.
4. Hilangnya kesadaran, kecuali
bagi orang yang tidur dalam keadaan duduk yang tetap lingkaran dubur dan
sekitarnya (tidak terbuka duburnya saat tidur).
Sedangkan mandi, diwajibkan
bagi laki – laki dan wanita apabila :
1. Salah satu dari keduanya
mengeluarkan mani, dalam keadaan tidur atau terjaga, meskipun hanya setetes.
2. Hasyafah (ujung penis yang
terlihat ketika sudah dikhitan) dimasukkan kedalam dubur atau qubul
(berhubungan intim), meskipun tidak sampai mengeluarkan mani dan tidak terjadi
ereksi (menegangnya penis).
3. Seorang wanita telah tuntas
haidnya atau nifasnya,
4. Seorang wanita melahirkan,
meskipun hanya berupa segumpal darah.
Fardhu – fardhu mandi itu ada
dua :
1. Niat bersuci, menghilangkan
hadats atau yang kedua niat tersebut, naiatnya dilakukan didalam hati bersamaan
dengan membasuh bagian pertama dari tubuhnya. Karena itu, pembasuhan yang
dilakukan sebelumnya tidak sah (tidak dianggap), maka wajib mengulangi
membasuhnya setelah niat.
2. Meratakan (air ke seluruh)
badannya, karena itu mandi yang dikerjakan sebelum meratakan basuhan ke semua
anggota badan badan tidak dihukumi sah. Maka dari itu diwajibkan membasuh :
• Bagian dalam rambut yang lebat,
• Bagian telinga yang bisa
dilihat orang,
• Bagian dubur dan lipatan -
lipatannya yang terlihat ketika buang air besar
• Bagian dari farji (vagina)
seorang wanita yang terlihat ketika ia berjongkok
• Bagian dalam kulup orang yang
belum dikhitan dan juga bagian bawahnya.
Maka diwajibkan mengalirkan air
dengan sendirinya ke semua bagian – bagian tersebut.
...................................................................................................................................................