Selasa, 26 Januari 2016

Bab 6: Berwasilah Dan Mengharap Barokah

a. Berwasilah Dan Mengharap Barokah Bagian 1

Allah berfirman: “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya" (QS. Az-Zumar:3) 
dan Dia juga berfirman: 
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya” (QS. Al-Maidah:35)
_________________________

1. “Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini dan shalat yang akan ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad perantaraan dan keutamaan. Bangkitkanlah ia pada maqam (kedudukan) yang Engkau janjikan”. HR. Bukhori

2. Dari Abdullah bin Amr bin Ash Radiyallahu anhuma. Sesungguhnya dia mendengar Nabi SAW bersabda: “Apabila kamu mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang ia ucapkan, kemudian bacalah shalawat atasku, karena barang siapa membaca shalawat sekali atasku, Allah akan memberinya rahmat sepuluh kali. Kemudian pintakanlah kepada Allah untukku derajat yang tinggi, karena derajat yang tinggi itu tempat di surga yang tidak layak kecuali untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah, dan aku berharap akulah dia orangnya. Oleh karena itu barang siapa yang memohonkan untukku derajat yang tinggi itu, niscaya dia akan mendapatkan syafaatku”. HR Muslim dalam hadist shahihnya.

3. Dari Utsman ibn Hanif ra, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon dan menghadap padamu dengan lantaran nabi-Mu Muhammad saw, seorang nabi yang penyayang. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap dengan lantaranmu dalam kebutuhanku ini karena untuk memenuhinya. Ya Allah, karenanya jadikanlah Muhammad pemberi syafaat”. (HR. Turmudzi, Ibnu Majah, dan Hakim. Termasuk hadits shahih)

4. Kami riwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari (3465) dan Muslim (2743), dalam bab kisah hadist para penghuni gua. Dari Ibn Umar ra, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Pada jaman dahulu Ada Tiga Orang bepergian, hingga memaksa mereka untuk bermalam di sebuah gua, lalu mereka memasukinya. Kemudian mengelinding sebuah batu dari atas gunung dan menutup pintu gua. Lalu Mereka berkata, “Sesungguhnya tidak bisa menyelamatkan kalian dari batu besar ini kecuali kalian berdoa kepada Allah dengan amal shalih kalian”. Seorang laki-laki dari mereka berdo’a, “Ya Allah sungguh aku memiliki dua orang tua yang telah renta, dan sebelumnya aku belum pernah memberi keluarga susu sebelum mereka berdua juga tidak hartaku. Dan dia menyebutkan hadist yang panjang tentang mereka. Dan bahwasannya setiap mereka menyebutkan amal shalihnya. “Ya Allah jika aku melakukan itu karena mengharap ridhamu, maka keluarkanlah kami dari yang kami hadapi”. Kemudian sedikit demi sedikit terbukalah batu itu, setiap salah satu dari mereka berdo’a. Sampai akhirnya terbukalah semuanya setelah doa orang yang ketiga. Lalu mereka berjalan keluar gua. Aku berkata, “ ughbiq dengan dibaca dhommah hamzahnya dan dibaca kasroh ba’nya. Artinya memberi minum. (Dalam kitab al-Adzkar an Nawawi, bab Do’a manusia kepada Allah dengan lantaran perbuatan baiknya: 557)