11. Dari Umar ra: ”Ya Allah, berilah tambahan kepada kami dan janganlah Engkau menguranginya, muliakanlah kami dan janganlah Engkau hinakan kami, berilah kami rizki dan janganlah Engkau tolak, utamakanlah kami dan janganlah Engkau sisihkan kami, ridhoilah kami dan jadikan pula kami ridho. (HR Tirmidzi dan Hakim. Hadits Shohih)
12. Dari Ibnu Umar ra: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyu’, do’a yang tidak didengar, jiwa yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Aku berlindung kepada-Mu dari keempat hal tersebut.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i. Hadist Hasan)
13. Dari Abdullah bin Yazid Al-Khutomi ra: “Ya Allah berilah aku rizqi mencintaimu dan mencintai orang yang cintanya memberi manfaat bagiku di sisi-Mu, Ya Allah apa saja yang Engkau rizkikan padaku dari sesuatu yang aku cintai, jadikanlah semua itu kekuatan bagiku untuk sesuatu yang Engkau cintai, Ya Allah apa saja yang Engkau lewatkan dariku dari sesuatu yang aku cintai, jadikanlah semua itu kesenangan bagiku dalam sesuatu yang Engkau cintai.” (HR. Tirmidzi. Hadis Hasan)
14. Dari Ibnu Amr ra: “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu dan berpindahnya keselamatan-Mu dan kedatangan adzab-Mu yang tiba-tiba dan dari semua kemurkaan-Mu. (HR. Muslim, Abu Daud dan tirmidzi. Hadist sohih)
15. Dari ‘Ammi Ziyad bin ‘Ilaqah ra: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kerusakan akhlak, kekejian amal perbuatan, dan hawa nafsu dan penyakit-penyakit.”(HR. Tirmidzi, Thabrani, Hakim. Hadits Hasan)
16. Dari ibnu Abbas ra: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, rahmat dari sisi-Mu. Dengan rahmat-Mu Engkau menerangi hatiku, engkau kumpulkan urusan-urusanku, Engkau kembalikan sesuatu yang tiada dariku, Engkau Angkat kesaksianku, Engkau sucikan amalku, Engkau ilhamkan kedewasaanku, Engkau kembalikan sesuatu yang hilang dariku, Engkau jaga aku dari segala keburukan.”
Ya Allah, karuniakan kepadaku keimanan dan keyakinan yang tidak ada kekufuran lagi setelahnya. Ya Allah karuniakan kepadaku rahmat, yang dengannya aku memperoleh kemulyaan-Mu, di dunia dan di akhirat. Ya Allah, ku mohon kepada-Mu keberhasilan dan keberuntungan dalam takdir. Predikat orang-orang syahid. Kehidupan yang bahagia. Dan pertolongan dalam menghadapi musuh.”
Ya Allah, ku sampaikan kepada-Mu segala hajatku. Pendeknya pikiranku. Lemahnya amalku. Aku sangat membutuhkan rahmat-Mu. Karena itu, Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, Wahai Dzat Yang Mengabulkan segala urusan. Wahai Dzat yang Melapangkan dada. Sebagaimana Engkau mudah mengalirkan (air) di antara lautan. Maka ku mohon agar Engkau menghindarkanku dari siksa menyala-nyala. Menghindarkanku dari do’a yang sia-sia. Dan dari fitnah kubur.
Ya Allah, sungguh, sangat pendek pikiranku tentang itu. Urusanku tidak sampai menjangkaunya. Dan niatku tidak sampai melampauinya, dari kebaikan yang telah Engkau janjikan kepada seseorang dari makhluk-Mu. Atau kebaikan yang Engkau berikan kepada seseorang dari hamba-hamba-Mu. Dan karena itu aku senang hal itu demi Engkau. Aku memohon kepada-Mu bisa mendapatkannya dengan rahmat-Mu, Ya Rabbal ‘Alamin.”
Ya Allah, Dzat Yang mempunyai tali yang kuat dan urusan yang baik. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu rasa aman di hari persaksian. Syurga di hari kekekalan. Bersama orang-orang dekat lagi syuhada’. Bersama orang-orang yang rukuk lagi sujud. Bersama dengan orang-orang yang memenuhi janji-janjinya. Ya Allah, Sungguh Engkau Maha Cinta dan Kasih-Sayang. Dan Engkau bekerja sesuai dengan apa yang Engkau kehendaki sendiri. Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang menjadi sebab orang lain mendapat petunjuk, dan kami sendiri bagian dari orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Bukan orang-orang yang sesat lagi menyesatkan. Damai terhadap penolong-penolong-Mu. Perang terhadap musuh-musuh-Mu. Kami cinta dengan cinta-Mu kepada orang yang mencintai-Mu. Kami menentang dengan permusuhan-Mu terhadap orang yang melawan-Mu. Ya Allah, inilah do’a, telah kami panjatkan, karena itu sewajarnya Engkau mengabulkan. Ya Allah, kesungguhan telah kami buktikan, oleh karena itu Engkau pasti melapangkan.”
“Ya Allah berilah cahaya kepadaku, dan cahaya dalam hatiku, cahaya dalam kuburku, cahaya di hadapanku, cahaya di belakangku, cahaya di kananku, cahaya di kiriku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya di rambutku, cahaya di kulitku, cahaya di dagingku, cahaya di darahku dan cahaya di tulangku.”
Ya Allah besarkan cahaya untukku, dan berikan untukku cahaya dan berilah aku cahaya. Maha Suci Allah yang memiliki sifat kemuliaan, dan Dia pun berkata dengan kemuliaan, maha suci Allah yang memakai sifat keluhuran dan menjadi mulia dengan sifat keluhuran itu, maha suci Allah yang tidak layak tasbih kecuali untukNya, Maha suci Dzat yang memiliki keutamaan dan nikmat, maha suci Dzat yang memiliki keluhuran dan kemuliaan, Maha suci Dzat yang Memiliki kebesaran dan kemuliaan.” HR. Tirmidzi, Muhammad Bin Nasr dalam kitab Sholat, dan Thobroni dan baihaqi dalam Al-da’awaat. Hadist Shohih.