Kamis, 28 Januari 2016

D. Do’a Ma’tsurat Bagian 4

28. Dari Ibnu Abbas ra: “Ya Allah berilah cahaya kepadaku, cahaya dalam hatiku, cahaya dalam lisanku, cahaya pada penglihatanku, cahaya pada pendengaranku, cahaya di kananku, cahaya di kiriku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku, dan jadikan pada diriku cahaya, dan besarkan cahaya padaku”. (HR. Ahmad dan Muttafaq alaih dan Nasa’i. Hadist Shohih)

29. Dari abi Hurairoh ra: " Ya Allah, perbaikilah agamaku yang menjadi pegangan perkaraku, perbaikilah duniaku yang menjadi penghidupanku, perbaikilah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku, dan jadikanlah hidupku sebagai tambahan dalam tiap kebaikan, dan menjadikanlah mati sebagai tempat istirahatku dari tiap kejelekan" (HR. Muslim. Hadist Shohih)

30. Dari Ibnu Mas’ud ra: “Ya Allah sesungguhnya aku minta petunjuk, taqwa, terjaga dan kaya.”

31. Dari Aisyah ra: “Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari (siksa)-Mu. Aku tidak dapat lagi menghitung pujian yang ditujukan kepada-Mu. Engkau adalah sebagaimana pujian-Mu terhadap diri-Mu sendiri.” (Hadist Hasan)

32. Dari Abi Hurairah ra: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kemurnian iman dan budi pekerti yang baik serta kesuksesan yang disertai oleh keberuntungan, dan aku mohon rahmat, kesehatan (keselamatan), pengampunan dan keridlaan dari-Mu.” 
Ya Allah ampunilah semua dosa-dosa dan kesalahanku. Ya Allah, angkatlah derajatku dan cukupkanlah hidupku, bimbinglah aku kepada amal dan akhlak yang baik, karena tidak ada yang membimbing kepada yang baik dan memalingkan dari yang buruk kecuali Engkau’
Ya Allah, dengan adanya Engkau mengetahui yang ghaib dan dengan kemahakuasaan-Mu untuk menciptakan makhluk, perpanjanglah hidupku bila Engkau mengetahui bahwa kehidupan selanjutnya lebih baik bagiku, matikanlah aku dengan segera, bila Engkau mengetahui bahwa kematian lebih baik bagiku ,Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar aku takut kepada-Mu dalam keadaan sembunyi (sepi) atau keramaian, Aku memohon kepada-Mu agar dapat berpegangan dengan kalimat ikhlas di waktu rela atau marah, Aku memohon kepada-Mu agar aku bisa melaksanakan kesederhanaan dalam keadaan fakir ataupun kaya , Aku memohon kepada-Mu agar diberikan nikmat yang tidak habis, Aku memohon kepada-Mu agar diberikan ketenangan yang tidak putus, Aku memohon kepada-Mu agar aku dapat rela setelah qadha-Mu (turun kepada kehidupanku), Aku memohon kepada-Mu kehidupan yang menyenangkan setelah aku meninggal dunia, Aku memohon kepada-Mu agar aku dapat menikmati memandang wajah-Mu (di surga), rindu bertemu dengan-Mu tanpa penderitaan yang membahayakan (fisik dan agamaku) dan fitnah yang menyesatkan, Ya Allah, hiasilah kami dengan keimanan dan jadikanlah kami sebagai penunjuk jalan (lurus) yang memperoleh bimbingan dari-Mu.

35. Dari Aisyah ra: “Ya Allah Tuhan Jibril dan Mikail dan Tuhan Isrofil, aku berlindung kepadaMu dari panasnya neraka dan dari siksa kubur”. (HR. Nasa’i. Hadist Hasan)

36. Dari Anas ra, “Ya Allah, tuhan manusia yang menghilangkan sakit, sembuhkanlah wahai Dzat yang menyembuhkan, tiada yang bisa menyembuhkan kecuali Engkau, sembuhkanlah dengan kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit”. (HR. Ahmad, dan Bukhori. Termasuk hadits shahih)

37. Dari Anas ra: “ Tuhanku, berilah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka.” (HR. Muttafaq alaih. Hadist Shohih)

38. Dari Abi Hurairah ra, “Ya Allah, aku berlindung padamu dari siksa kubur, dan aku berlindung pada-Mu dari siksa neraka, aku berlindung pada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian, dan aku berlindung pada-Mu dari fitnah al-Masih Dajjal”. (HR. Bukhori, dan Nasa’i. Termasuk hadits shahih)

39. Dari Abi Musa ra, “Ya Allah, ampunilah untukku kesalahan, kebodohan, urusanku yang melampaui batas, dan segala sesuatu yang Engkau lebih tahu daipada aku. Ya Allah ampunkan untukku kasalahan yang tidak sengaja dan yang disengaja, senda gurau, serius dan semua kesalahan itu ada padaku. Ya Allah ampunkan untukku apa-apa yang telah lalu, yang akan datang, yang tidak tampak maupun yang tampak. Engkaulah Dzat yang mendahulukan ampunan dan Engkau pula Dzat yang mengakhirkan, dan Engkau berkuasa atas segala sesuatu”. (HR. Bukhori, dan Muslim. Termasuk hadits shahih)